BELASKASIHAN MEMBEBASKAN DARI PENGHAKIMAN MENURUT YAKOBUS 2:13 DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN ORANG PERCAYA MASA KINI

Authors

  • Meriana Zega Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto
  • Yayan Indrawan Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.47457/phr.v4i2.191

Keywords:

mercy, liberating, winning, judgment

Abstract

Banyak orang percaya yang beranggapan bahwa belas kasihan hanyalah bagi mereka yang membutuhkan atau semua orang percaya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan tentang belas kasihan yang dibutuhkan oleh setiap orang percaya yang membebaskan seseorang dari penghakiman menurut Yakobus 2:13. Metode yang digunakan yaitu pendekatan analisis teks yaitu fokus pada teks itu sendiri dan dikomparasikan dengan teks kitab lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan Yakobus 2:13, belas kasihan adalah kunci untuk menang atas penghakiman dari Allah, menyalurkan belas kasihan adalah sesuatu yang terus menerus dikerjakan tanpa henti. Sebagai orang yang telah menerima pengampunan dan belas kasihan Tuhan seharusnya dapat mengampuni sesama tanpa batas. Karena ini bukanlah hukum beban melainkan hukum kasih yang harus dihormati dan dilaksanakan oleh setiap orang percaya sebab bukti dari belas kasihan adalah melakukan hukum Allah, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, karena pada waktu penghakiman orang itu akan dikasihi oleh Allah dan bebas dari penghakiman.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2021-12-27