KETELADANAN TANGGUNG JAWAB YESUS SEBAGAI GEMBALA MENJADI DASAR PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI
DOI:
https://doi.org/10.47457/phr.v3i2.68Keywords:
Gembala, mengembalakan, umat-NyaAbstract
Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan akan pentingnya sebuah keteladanan dalam melayani Tuhan. Keteladanan adalah dasar dari seseorang yang terlibat dalam pelayanan. Baik di keluarga, gereja, sekolah, masyarakat dan negara. Yesus telah meninggalkan sebuah keteladanan ketaataan, kesetiaan, ketulusan, rela berkorban, peduli dan kebajikan lainnya. Ia menuntut umat-Nya khusus hamba-Nya mengikuti teladan-Nya dalam mengembalakan umat-Nya. Pekerjaan yang tidak mengenal batas dan waktu adalah menggembalakan domba. Selain waktu yang dikorbankan, juga tenaga dan dana. Keseriusan dan kesungguhan serta tanggungjawab sebagai gembala, tidak banyak orang yang bersedia atau rela melakukannya. Namun, meskipun demikian Tuhanlah yang memilih, menetapkan dan mengutus seorang gembala untuk memberi makan, merawat, melindungi dari bahaya, dan memelihara dombanya. Tulisan ini bertujuan: 1) memberi pemahaman dan penekanan bahwa seorang gembala perlu menjadi teladan dalam menggembalakan domba Tuhan. 2) Menggembalakan dengan tulus dan kasih. Seorang gembala harus mempertanggungjawabkan semua penyelesaian tugasnya kepada Tuhan Pemberi hidup
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi agree to the following terms:
1. The author holds the copyright and grants to the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors may make additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book) with acknowledgment of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their websites) before and during the submission process, as this can result in a productive exchange, as well as earlier and larger citations of the published work (See Effects of Access Open).













