Peer Review Process

Proses Review
1. Review dilakukan secara double-blind review. Reviewer tidak mengetahui siapa penulis dari artikel yang direview. Begitu juga sebaliknya, penulis tidak mengetahui siapa yang mereview artikelnya. 
2. Artikel yang mendapatkan rekomendasi dari reviewer (revisi) akan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi. Hasil revisi penulis akan dilanjutkan ke review kedua dengan cara yang sama. Jika reviewer kedua merekomendasi untuk revisi, maka dikembalikan kepada penulis. 
3. Reviewer dan editor yang terdaftar di Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi tetap bisa melakukan submit artikel. Editor akan tetap melakukan double-blind review sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Jurnal Phronesis. 
4. Editor in Chief tetap bisa melakukan review artikel dengan memperhatikan keahlian.
5. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi menerima reviewer dengan ketentuan telah memiliki pengalaman menulis di beberapa Jurnal nasional yang terindeks google scholar, paling tidak lima tahun ke belakang.

Tugas Reviewer

Kontribusi kepada Editor
Reviewer membantu editor dalam membuat keputusan editorial dan melalui komunikasi editorial dengan penulis juga dapat membantu penulis dalam meningkatkan makalah.

Kerahasiaan
Manuskrip yang diterima untuk ditinjau harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Mereka tidak boleh ditunjukkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali sebagaimana diizinkan oleh editor.

Standar Objektivitas
Tinjauan harus dilakukan secara obyektif. Kritik pribadi dari penulis tidak tepat. Reviewer harus mengungkapkan pandangan mereka dengan jelas dengan argumen pendukung.

Pengakuan Sumber
Reviewer harus mengidentifikasi karya yang diterbitkan relevan yang belum dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan bahwa observasi, derivasi, atau argumen telah dilaporkan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Peninjau juga harus meminta perhatian editor jika ada kemiripan substansial atau tumpang tindih antara naskah yang sedang dipertimbangkan dan makalah lain yang diterbitkan yang memiliki pengetahuan pribadi.

Pengungkapan dan Konflik Kepentingan
Informasi atau ide istimewa yang diperoleh melalui peer review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Reviewer tidak boleh mempertimbangkan manuskrip di mana mereka memiliki konflik kepentingan yang dihasilkan dari persaingan, kolaboratif, atau hubungan atau hubungan lain dengan salah satu penulis, perusahaan, atau lembaga yang terhubung dengan makalah.